Kita adalah Para Juara

Belajar sungguh-sungguh, hormat kepada Bapak/Ibu guru, dan beribadah kepada Rabbul Izzati, Allah SWT adalah cara kami menjadi generasi emas islam.

Kami selalu ingin menjadi mitra yang baik

Belajar tidak hanya di sekolah. Jauh lebih penting kita belajar tentang kehidupan yang sesungguhnya. "Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat untuk orang lain".

Berprestasi adalah tradisi kami

Allah menciptakan manusia untuk berprestasi. Dan berprestasi di hadapan Allah jauh lebih luar biasa. Do'akan kami untuk terus mengukir prestasi terbaik di dunia dan akhirat. "SDIT Izzatul Islam Berhitmad untuk Ummat".

Kami juga bersahabat dengan alam

Allah lebih menyukai orang-orang kuat daripada yang lemah. Muslim prestatif, taat, dan kuat. Allahu Akbar!!

Puncak tertinggi kan kami daki

Hidup di dunia hanya sekali. Berjuang dan ber-azzam-lah untuk senantiasa dalam kebaikan! Akan kami raih puncak tertinggi itu ya Allah, "Izzatul Islam".

Tampilkan postingan dengan label JSIT Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JSIT Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

Hasil Rapat Panitia Musywil JSIT Jateng


Assalamu'alaikum wr. wb.

berikut kami lampirkan notulensi hasil rapat panitia Musywil JSIT Jateng, Rabu, 25 September 2013 di SMPIT Nurul Islam.

Mohon yang bersangkutan untuk segera menindaklanjutinya.
syukron jazakumullah ahsanal jaza'

Wassalamu'alaikum wr wb

download di sini

Senin, 28 Januari 2013

SDIT Izzatul Islam Sabet Dua Emas

Para juara berpose didampingi Kepala Sekolah saat penyerahan tropi dan penghargaan

Salatiga-SDIT Izzatul Islam Getasan memborong dua emas dalam perlombaan JSIT Korda II Kabupaten Semarang – Kota Salatiga pada hari Sabtu (19/1). SDIT Izzatul Islam Getasan berhasil membawa pulang Juara I Lomba APE atas nama Endang Muryanti, S.Pd., Juara I Seni Kaligrafi atas nama Langit Biru Risang Sitoresmi, Juara II Lomba Kreatifitas Pembelajaran atas nama Niken Nugrahaningsih, S.Pd., dan Juara III Lomba Cerdas Cermat (LCC) PAI oleh Sulviana, Andri, dan Difa.
Lomba yang dilaksanakan di SDIT Nidaul Hikmah Salatiga ini diikuti oleh tujuh SDIT dan tiga SMPIT Se-Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Peserta lomba ketegori SD diikuti oleh SDIT Nidaul Hikmah Salatiga, SDIT Nurul Islam Tengaran, SDIT Izzatul Islam Getasan, SDIT Darul Fikri Bawen, SDIT Assalam Bandungan, SDIT Cahaya Ummat Bergas, dan SDIT Harapan Bunda Karangjati. Sedang dari kategori SMP hanya diikuti oleh 3 sekolah yaitu SMPIT Nurul Islam Tengaran, SMPIT Darul Fikri Bawen, dan SMPIT Cahaya Ummat Bergas.
Dalam perlombaan kali ini digelar dua kategori yaitu untuk kategori guru dan kategori siswa. Cabang lomba untuk guru yang dilombakan antara lain Lomba Alat Peraga Edukasi (APE) dan Lomba Kreatifitas Pembelajaran. Sedang untuk kategori siswa adalah Lomba Tahfidz (Hafalan Al-Qur’an), Lomba Cerdas Cermat (LCC) Pendidikan Agama Islam (PAI), Seni Kaligrafi, dan Nasyid.
Rangkaian perlombaan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Musyawarah Nasional (Munas) III Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Maret bulan depan di Palembang. Para pemenang lomba di tingkat Korda II Kabupaten Semarang-Salatiga ini nantinya akan kembali diseleksi di tingkat wilayah, yang akan dilaksanakan di Magelang bulan Februari. Bagi yang terseleksi sampai tingkat wilayah maka akan mengikuti lomba tingkat JSIT Pusat, yang waktunya bertepatan dengan Munas JSIT di Palembang bulan Februari-Maret mendatang. (dp)

Rabu, 26 Desember 2012

DARUL FIKRI Wakil Jawa Timur di tingkat Nasional


Pengumuman tiga besar dimulai, dipersilahkan bagi yang disebut namanya untuk  maju kedepan. Deg-degan bercampur bingung. Ya, itulah  suasana yang dialami, peserta lomba Kuis KI HAJAR ( Kita Harus Belajar), yang digagas oleh PUSTEKKOM KEMENDIKBUD (Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Pada hari Selasa,  9 Oktober 2012.
Berbagai siswa mulai dari tingkatan  SD, SMP dan SMA Se – Jawa Timur,  yang datang jauh dari Nganjuk, Lamongan, Malang dan dari Sidoarjo. Tumpah ruah memenuhi Halaman BMPT KEMENDIKNAS Sidoarjo. Acara yang diadakan di tiap Propinsi bertujuan untuk menyaring siswa-siswa berprestasi yang akan mewakili tiap propinsi di Indonesia, untuk berkompetisi di tingkat Nasional, dalam Ajang ANUGERAH KI HAJAR 2012. 
Syukur yang tiada terkira, dengan diumumkannya pemenang tiga besar tiap jenjang, nama SMPIT Darul Fikri ikut disebutkan untuk maju ke depan. Hanan Qonitah (IXB) Siswi SMPIT Darul Fikri maju masuk dalam tiga besar pemenang, kemudian diumumkannya pemenang yang menjadi wakil Jawa Timur untuk maju ke Tingkat Nasional. Mbak Win sang moderator mengatakan ” Siapa yaaaa… yang akan menjadi wakil Jawa timur, Mimpi apa yaa.. ketiga-tiganya semalam. langsung akan saya umumkan, yang menjadi wakil Jawa Timur dalam KUIS KI HAJAR 2012 adalah Hanan Qonitah dari SMPIT Darul Fikri. Allahu Akbar!!! serta mengusap kepala kami para Ustadz dan Ustadzah pendamping lomba, rasanya gemetar kaki ini barang satu jepretan   untuk mengabadikan momen yang bersejarah bagi Darul Fikri. Masya Allah, Siswa Darul Fikri Mewakili Jawa Timur. Alhamdulillah syukur yang tiada terkira Kehadirat Allah SWT, mungkin inilah berkah untuk Darul Fikri dari Allah SWT karena anak-anak ikhlas untuk selalu menghafal Al-Qur’an dan Darul Fikri akan  tetap menjadi lembaga  Pesantren Tahfidz Al-Qur’an dengan tagline, Sekolah Para Juara dan Penghafal Al-Qur’an.
SELAMAT DAN SUKSES
HANAN QONITAH (IX) B 
Menjadi Wakil Jawa Timur dalam Anugerah KI HAJAR 2012  Oleh PUSTEKKOM KEMENDIKBUD
Ayo para Penghafal Al-Qur’an! Jadilah juara-juara baru yang akan menghiasi Kancah  Nasional maupun Internasional dengan bermodalkan Al-Qur’an dan Assunah dalam diri kita. Maju terus pantang kebelakang.
Kepada segenap keluarga besar Darul Fikri kami Mohon doanya semoga anak kami bisa menjadi juara dalam Ajang ANUGERAH KIHAJAR 2012 Tingkat Nasional. Amiiinnnn……………………………………..



sumber: http://new.darulfikri.com/?p=490

Selasa, 25 Desember 2012

Info Lomba Munas III JSIT Indonesia



 

No
Jenis Lomba
Spesifikasi Peserta
Materi Lomba
Rangkaian Kegiatan
Informasi Lebih Lanjut
1
Lomba Kreativitas Guru (LKG) JSIT Indonesia
Guru SIT se-Indonesia tingkat TK, SD, SMP dan SMA yang merupakan perwakilan/hasil seleksi dari wilayah
(2 setiap wilayah)
·         Kreativitas dalam proses pembelajaran
·         1 Desember 2012 – 30 Januari 2013: Wilayah mengirimkan naskah
·         31 Januari 2013 – 9 Februari 2013: Proses seleksi karya kreativitas guru
·         31 Januari 2013 – 9 Februari 2013: Proses seleksi karya kreativitas guru oleh Juri Lomba
·         10 Februari 2013: Pengumuman Hasil Seleksi 10 Finalis via Website
·         1 Maret 2013: Registrasi
·         2 Maret 2013: Pelaksanaan Lomba Kreativitas Guru


2
Lomba Pidato Bahasa Inggris (Speech Contest)
Siswa SMAIT se Indonesia  yang merupakan perwakilan sekolah
(1 setiap sekolah)
·         Pilihan Tema Pidato: Environmental Conservation, Youth Leadership, and Bullying at School
·         1 Desember 2012 – 15 Januari 2013: Pendaftaran Peserta oleh Sekolah
·         1 Maret 2013:Registrasi peserta dan Technical Meeting
·         2 Maret 2013:Pelaksanaan Lomba Pidato Bahasa Inggris (Speech Contest)



3
Lomba Musabaqoh Hifzhil Qur’an (MHQ)
siswa SDIT dan SMPIT yang merupakan hasil seleksi/perwakilan masing-masing JSIT Wilayah di Indonesia
(1 untuk masing-masing jenjang  di setiap wilayah)
·         MHQ Juz 29-30 untuk SDIT
·         MHQ Juz 28-30 untuk SMPIT
·         1 Desember 2012 – 15 Januari 2013 : Pendaftaran Peserta oleh Wilayah
·         1 Maret 2013: Registrasi peserta dan Technical Meeting
·         2 Maret 2013: Pelaksanaan Lomba Musabaqoh Hifzhil Qur’an (MHQ) tingkat nasional




JSIT INDONESIA PEDULI PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA


JSIT INDONESIA  PEDULI PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA”
(1/12/2012/ Suara riuh pekik takbir membahana mengisi ruangan Indor Sport SDIT Nurul Fikri Depok yang bekerjasama dengan JSIT Indonesia dalam Acara Munashoroh palestina yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 1 Desember 2012, acara yang berlangsung dari pukul 08.00 – 11.30 ini merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap kondisi umat Islam di Palestina yang mendapat penindasan yang amat biadab dari Zionis Israel. Munashoroh ini mengambil tema “Let’s  Open our Mind Do Something for Palestina” kegiatan diisi dengan orasi dari  Dr. Fahmy Alaydroes selaku Pembina JSIT sekaligus Ketua SIT Nurul Fikri dan Sukro Muhab, pentas kreatifitas siswa, penggalangan dana dan lelang barang-barang buah tangan rakyat Palestina.
Acara tersebut menjadi momentum yang sangat berarti karena JSIT Indonesia melakukan serah terima dana infaq dari
Sekolah Islam terpadu Se-Indonesia  untuk Palestina. JSIT Indonesia langsung menyerahkannya kepada KNRP Indonesia disaksikan oleh Syeh Abdul Aziz salah seorang pejuang dari Palestina. Alhamdulillah dana yang sudah terkumpul dari sekolah-sekolah Islam terpadu seluruh Indonesia yang melalui JSIT Indonesia sampai dengan tanggal 1 Desember 2012 adalah sebesar Rp. 1.103.944.650 dan sudah diberikan secara simbolis ke KNRP dalam acara Munashoroh Palestina sebesar Rp. 500.000.000 dan Rp 303.461.700 (hasil penggalangan di SIT Nurul Fikri Depok) yang selanjutnya diserahkan kepada rakyat Palestina, selain itu sekolah-sekolah Islam terpadu juga ada yang langsung menyalurkan dananya ke KNRP sebesar Rp. 587.101.850, ke Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebesar Rp. 7.500.000, dan ke MERC sebesar Rp. 3.500.000, sehingga total penggalangan dana Palestina yang telah terkumpul dari sekolah-sekolah Islam terpadu baik yang melalui JSIT, KNRP, ACT dan MERC adalah sebesar Rp. 1.702.046.500. InsyaAllah JSIT bersama KNRP akan berencana menyalurkan sisa penggalangan dana tersebut langsung ke Gaza Palestina.
Dalam sambutannya Ketua JSIT Indonesia Sukro Muhab menyampaikan beberapa hal mengapa kita harus peduli terhadap perjuangan dan penderitaan bangsa Palestina. Pertama secara historis yang terkait dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia,  bangsa Palestina adalah bangsa yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia, diikuti mesir dan Negara lainnya sehingga Negara kita dapat menjadi seperti sekarang ini mendapat andil bangsa Palestina. Kedua dari sudut pandang agama  sebagai umat Islam kita tidak dapat membiarkan penderitaan bangsa Palestina, konflik yang terjadi antara Palestina dengan Israel adalah konflik Islam dengan Israel, karena bangsa Israel berusaha menghapus dan menghilangkan bumi Palestina dan Bangsa Palestina (umat Islam palestina)  dari muka bumi, ketiga dari sudut pandang kemanusiaan kita tidak bias membiarkan penindasan bangsa Israel terhadap bangsa palestina yang diluar batas perikemanusiaan, mereka bangsa Israel telah merampas hak-hak dasar hidup bangsa Palestina. Banyak anak-anak Palestina yang menjadi konban baik secara fisik maupun psikis, mereka anak-anak Palestina menjadi tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, mereka tidak bias bersekolah dengan baik, tidak bias mengembangkan potensinya sebagai manusia, karena setiap hari dentuman dan desingan peluru menggangu secara psikis dan menghancurkan rumah-rumah mereka, dan menjadikan mereka yatim dan piatu. Anak-anak Palestina adalah penerus bagi bendirinya sebuah Negara Palestina yang memiliki hak hidup yang sama seperti kita semua di Indonesia.
Dengan tiga alasan tersebut diatas JSIT Indonesia mengetuk seluruh komponen sekolah Islam terpadu untuk bahu membahu membantu dengan harta dan doa bagi warga Palestina. Bentuk bantuan yang disalurkan nantinya akan digunakan untuk perbaikan sekolah, memenuhi kebutuhan perlengkapan pendidikan, kesehatan,obat-obatan dan tentunya kebutuhan makanan warga Palestina.
Ini adalah sebuah perjuangan dan bentuk pembinaan yang ditanamkan terhadap generasi muda Islam di sekolah-sekolah Islam Terpadu untuk senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian dimana pun mereka berada.
Di penghujung sambutan ketua JSIT mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa dan orang tua siswa di Sekolah Islam Terpadu se-Indonesia yang telah menyubangkan sebagian hartanya, serta kepada SIT Nurul Fikri Cimanggis Depok yang bekerjasama dengan Komite Sekolah dalam menyelenggarakan Munashoroh Palestina, dan berhasil mengumpulkan infaq sebesar  Rp.350.651.700 dan US$ 2630, serta mata uang asing lainnya dan beberapa perhiasan untuk Palestina.
Perjuangan ini tidak akan sampai disini kapanpun dimanapun sampai Negara Palestina berdiri tegak dengan menyandang seluruh hak-hak hidup mereka yang terbebas dari penjajahan Israel. Umat Islam di Sekolah Islam terpadu akan tetap membantu baik dengan harta maupun doa. Kepedulian JSIT terhadap penderitaan ummat ditunjukan tidak hanya terhadap Palestina saja, beberapa waktu lalu JSIT juga menggalang dana dari Sekolah Islam Terpadu se-Indonesia untuk korban bencana gempa Aceh, Padang, mentawai, Jogjakarta dan korban gunung merapi Jawa Tengah.

Sekolah Islam Terpadu diharapkan Pelopori Kemajuan Pendidikan

Sekolah Islam Terpadu diharapkan pelopori kemajuan pendidikan


Bogor (ANTARA News) – Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Sukro Muhab mengharapkan sekolah Islam terpadu dapat mempelopori kemajuan pendidikan di Tanah Air di tengah sorotan menurunnya mutu pendidikan yang ada.
“Oleh karena itu, kita selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah melalui berbagai macam kegiatan yang bertujuan memformat model pendidikan yang berorientasi pada jaminan mutu,” katanya di Bogor, Jawa Barat, Senin.
“Langkah ini guna memberikan kepercayaan yang tinggi kepada masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di sekolah Islam terpadu (SIT),” tambah pendidik yang juga Direktur Pusat Peragaan Iptek Kemenristek itu.
Dalam kaitan itu, kata dia, pihakynya pada Minggu (23/) menggelar lokakarya “Quality Assurance at School” di Hotel Bumi Wiyata, Depok.
Menurut Sukro, kegiatan lokakarya kali ini agak istimewa karena menghadirkan narasumber dari Association For Academic Quality (AFAQ) Pakistan.
Narasumber itu adalah Direktur Eksekutif AFAQ Dr Shahid Warsi dan Direktur Total Quality Management AFAQ dr Shafiq, PhD.
AFAQ merupakan organisasi yang telah membina sekolah-sekolah Islam yang berkembang di berbagai negara seperti Pakistan, Afrika Selatan, China, India, Inggris dan beberapa negara lainnya.
“Harapan kami dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten ini, selain mendapatkan materi baru yang berguna bagi pengembangan pendidikan di Sekolah Islam Terpadu, juga dapat mengkomparasi mutu sekolah-sekolah di belahan dunia yang lain dengan sekolah di Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut Sukro menjelaskan bahwa mutu pendidikan di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Hal ini, katanya, terlihat dari menurunnya peringkat Indonesia dalam HDI (Human Development Index) pada tahun 2011 dari peringkat ke 111 dari 182 negara ke peringkat 124 dari 187 negara.
HDI mengukur peringkat suatu negara dalam bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi.
Menurunnya peringkat Indonesia tersebut, khususnya dalam bidang pendidikan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sekolah-sekolah Indonesia belum dapat bersaing dalam tataran global.
“Kondisi ini terjadi karena tidak jelasnya arah pendidikan di Indonesia, kualitas manajemen pendidikan yang rendah dan aspek-aspek lainnya yang kurang terperhatikan dengan baik,” katanya.
Menurut dia, peningkatan mutu SIT diharapkan dapat mengantarkan siswa sesuai dengan tujuan diciptakannya manusia di muka bumi yaitu menjadi insan yang rajin beribadah, berpola pikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan tujuan penciptaan manusia, yakni “Khalifatul Fil Ardh” (pemimpin di muka bumi).
Sementara itu, Ketua Panitia Lokakarya Sapto Sugiarto menjelaskan, kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu dilaksanakan secara bertahap.
Tahap pertama yaitu “Training for Trainer” dilaksanakan pada 20-21 September 2012, tahap kedua adalah lokakarya gelombang 1 untuk seluruh kepala sekolah dan para pengambil keputusan di sekolah, yang dilaksanakan pada 23-25 September.
Sedangkan gelombang 2 dilaksanakan pada 26-28 September 2012.
Menurut dia, melalui lokakarya itu diharapkan dapat membekali para pimpinan lembaga pendidikan agar dapat mengembangkan organisasi/sekolah menuju sekolah Islam modern.
Di samping itu, memposisikan lembaga pendidikan agar mampu bersaing secara global, dan menyesuaikan kualitas layanan lembaga dengan tuntutan konsumen/ pelanggan.
Ia menambahkan, Wali Kota Depok Nur Mahmudi yang membuka kegiatan itu berharap upaya JSIT meningkatkan kualitas pendidikan di semua jenjang lembaga pendidikan dasar dan menengah tersebut tidak hanya dilakukan kepada 1.442 sekolah Islam yang ada dalam jaringan JSIT.
“Namun juga penting untuk menularkan kepada sekolah-sekolah lain agar ada pemerataan kualitas pendidikan,” katanya.
Nur Mahmudi berharap kalau untuk meningkatkan kualitas hendaknya tidak hanya sekolah-sekolah yang ada dalam jaringan JSIT, tapi juga kepada sekolah-sekolah lain yang memiliki minat dan kepedulian yang sama sehingga kualitas pendidikan juga tumbuh dan meningkat di semua sekolah yang ada. (A035)